Minyak tanah sulit

"Tumbilotohe" Pun Pakai Minyak Goreng

Kompas.com - 06/09/2010, 09:46 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com - Sebagian warga di Gorontalo menggunakan minyak kelapa sebagai bahan bakar untuk merayakan tradisi "Tumbilotohe" atau malam pasang lampu yang digelar pada setiap tiga malam yang terakhir di bulan Ramadhan sejak malam ke-27.       "Itu karena kami tidak mendapatkan jatah minyak tanah dari Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk bahan bakar lampu botol dalam perayaan Tumbilotohe," kata Rutnawati, warga kelurahan Pulubala, Kota Gorontalo, Senin (6/9/2010).       Ia mengaku terpaksa menggunakan bahan bakar minyak kelapa yang dicampur air, karena tidak kebagian jatah minyak tanah. "Mau bagaimana lagi, saat pembagian minyak tanah, semuanya berebut,?" katanya.       Hal serupa juga dilakukan sebagian warga di Kabupaten Gorontalo. Een, warga kecamatan Isimu, mengaku terpaksa menggunakan minyak kelapa, karena alasan serupa.       "Jangankan untuk bahan bakar lampu  botol Tumbilotohe, bahkan minyak tanah sangat susah didapatkan untuk keperluan memasak sehari-hari, banyak warga di sini yang beralih ke kayu bakar," katanya.       Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo menjatahkan 500 kilo liter untuk bahan bakar lampu minyak selama perayaan Tumbilotohe.       Tumbilotohe merupakan tradisi khas Ramadhan pada setiap tiga malam menjelang lebaran, sehingga Gorontalo saat itu dihiasi jutaan lampu botol yang dipajang di sepanjang jalan, juga di tempat-tempat terbuka.       Tumbilotohe mengandung makna religius yang mengisyaratkan lampu pelita sebagai harapan untuk mendapatkan berkah pada malam Lailatul Qadar

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau